GENMILENIAL.ID – Kunjungan kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Serang ke Kabupaten Subang pada Senin, 16 Juni 2025, menjadi lebih dari sekadar forum silaturahmi.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula DWP Subang tersebut, Penasihat DWP Subang, Ega Anjani Reynaldy, memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan Batik Ganasan, wastra khas Subang yang kini mulai menguat sebagai simbol identitas daerah.
“Batik Ganasan bukan sekadar kain, tapi cerminan identitas kami. Kami ingin para ibu dari DWP Kabupaten Serang bisa merasakan makna dari tiap motif yang kami kenakan hari ini,” ujar Ega dalam sambutannya.
Batik Ganasan merupakan produk lokal yang motifnya terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya masyarakat Subang.
Baca Juga: Sertifikat elektronik diusung di Subang, solusi digital atasi konflik pertanahan
Nama 'Ganasan' sendiri merujuk pada nilai-nilai lokal yang mengangkat semangat, kemandirian, dan kecintaan terhadap daerah.
Dalam berbagai acara resmi DWP maupun kegiatan sosial budaya, batik ini mulai menjadi pilihan utama sebagai simbol kebanggaan perempuan Subang.
Kegiatan kunjungan kerja ini dihadiri oleh Ketua DWP Kabupaten Serang, Hj. Mimi Nurmiati, beserta rombongan yang juga melibatkan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang.
Dalam sambutannya, Hj. Mimi menyambut baik semangat yang dibangun oleh DWP Subang, dan berharap kegiatan seperti ini dapat membuka peluang kolaborasi antardaerah.
Baca Juga: MTQH ke-39 di Jawa Barat, gema spirit Qur’ani untuk masyarakat lebih religius dan berkarakter
Penasihat DWP Subang, Ega Anjani Reynaldy, juga memperkenalkan beragam potensi daerah lain seperti komoditas unggulan Nanas Simadu dan produk-produk olahannya.
Namun, dalam forum kali ini, ia menekankan pentingnya warisan budaya seperti batik sebagai bagian dari strategi pemberdayaan perempuan.
“Dari panasnya Subang, tumbuh semangat kami untuk terus belajar, berinovasi, dan menjaga warisan budaya,” ungkapnya disambut antusiasme para peserta.
Acara ditutup dengan saling bertukar cendera mata dan produk unggulan daerah, sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama dan semangat berbagi antarorganisasi perempuan lintas daerah.***