Desa wisata jadi mesin ekonomi warga, Wabup Subang tegaskan seni lokal tak sekadar tontonan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 13 Desember 2025 | 23:16 WIB
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi tegaskan komitmennya jadikan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, Sabtu 13 Desember 2025 (Dok. Istimewa)
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi tegaskan komitmennya jadikan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, Sabtu 13 Desember 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan komitmennya menjadikan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Hal itu mengemuka dalam Festival Kesenian 7 Desa Wisata yang digelar di Lapangan Desa Rawalele, Kecamatan Dawuan, Sabtu, 13 Desember 2025.

Festival tersebut menjadi bagian dari rangkaian Peluncuran 7 Desa Wisata Kabupaten Subang yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Desember 2025, di lokasi yang sama.

Baca Juga: Pilu korban banjir Aceh Tamiang berteduh di bawah terpal, seorang ibu mengaku tak butuh uang

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang unjuk potensi seni, budaya, dan kreativitas warga desa sebagai fondasi penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Acara dihadiri Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Agustine Rosyadi, serta jajaran perangkat daerah dan masyarakat yang memadati area pertunjukan.

Seni lokal didorong jadi penggerak ekonomi

Tujuh desa wisata menampilkan kesenian khas masing-masing, yakni Desa Wisata Sukasari, Situ Sari, Cisampih, Margasari, Rawalele, Jambelaer, dan Curug Agung.

Baca Juga: Putra Aceh kembali mengabdi, Kombes Pol Dedy Tabrani resmi dilantik jadi Kepala BNNP Aceh

Ragam pertunjukan tersebut menjadi representasi kekayaan budaya yang dinilai memiliki nilai jual tinggi jika dikemas secara berkelanjutan.

Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur menegaskan bahwa desa wisata tidak boleh berhenti pada seremoni atau atraksi semata, tetapi harus mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Tampilkan seni yang kreatif agar pada akhirnya desa wisata memberikan efek positif atau multiplier effect, mulai dari ekonomi hingga kesadaran lingkungan,” ujar Kang Akur.

Menurutnya, desa wisata yang kuat harus berangkat dari potensi asli desa, baik seni, budaya, alam, maupun kreativitas warganya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, seniman lokal, hingga generasi muda desa.

Baca Juga: Akses terisolir tak surutkan aksi kemanusiaan Assyifa Peduli di Sumatera dan Aceh

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X