Wamenpar menegaskan, mewujudkan quality tourism tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Perlu kolaborasi lintas sektor, termasuk kalangan akademisi.
“Pariwisata yang berkualitas tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan, tapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dan lingkungannya,” ujarnya.
Ia menutup kuliah umum dengan pesan kuat untuk generasi muda:
“Generasi muda, para mahasiswa, calon pemimpin masa depan, jadilah pelopor perubahan. Bali yang berkualitas hanya bisa lahir dari insan-insan yang juga berkualitas.”***
Artikel Terkait
Bus pariwisata angkut 58 penumpang terguling di Ciater
Terpanggil terjun ke dunia politik, Merry Langoy sebut jatuh cinta dengan Subang, terutama sektor pariwisata
Di Desa Wisata Curug Ciangin, Pj Bupati Subang kagumi potensi pariwisata Subang yang melimpah
Flora Wisata D’Castello gelar ngopi dan diskusi bareng jurnalis Subang, babak baru kolaborasi dalam majukan sektor pariwisata Subang
Kecelakaan maut di Kota Batu Jatim, bus pariwisata alami rem blong hingga seruduk 6 mobil dan 10 sepeda motor!
Liburan berujung maut, kisah ayah yang bonceng istri-anak lalu terhantam bus pariwisata di Kota Batu ini sungguh memilukan
Batik ganasan diperkenalkan sebagai identitas Subang dalam kunjungan DWP Serang