GENMILENIAL.ID - Wacana menjadikan Kota Solo sebagai Daerah Istimewa kembali mencuat ke permukaan.
Hal ini disampaikan dalam rapat antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan Komisi II DPR RI, yang sontak memancing pertanyaan publik: dari mana sebenarnya gagasan ini berasal?
Ternyata, inisiatif tersebut datang langsung dari Keraton Surakarta.
Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta Hadiningrat, KPA.H Dany Nur Adiningrat, menegaskan bahwa dorongan menjadikan Solo sebagai daerah istimewa bertujuan memperjuangkan hak-hak Keraton Surakarta dan juga Mangkunegaran.
Baca Juga: Soe Hok Gie: 7 Kutipan yang harus diingat pemuda hari ini
“Daerah Istimewa Surakarta bukan pembicaraan baru. Sudah sejak dulu wacana (DIS) tersebut dibicarakan,” ungkap Dany kepada para wartawan, Jumat 25 April 2025.
Menurutnya, bila status istimewa tersebut nantinya disetujui, perlu ada perhatian serius terhadap dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya memahami konteks sejarah yang melekat pada Surakarta.
“Ini perlu dicermati dengan betul-betul, ya memang harus dicermati betul-betul karena secara kesejarahan Surakarta," ujarnya.
Baca Juga: Puisi-puisi pilihan Soe Hok Gie: Suara sunyi yang tak pernah padam
Dany juga mengingatkan bahwa Keraton Surakarta merupakan salah satu entitas pertama yang menunjukkan pengakuan terhadap kedaulatan Republik Indonesia.
Dengan dasar tersebut, ia menilai bahwa sudah saatnya hak-hak yang dimiliki oleh Keraton dan Puro Mangkunegaran dipulihkan.
“Era yang modern ini, yang sudah tenang ini itu dirasa perlu bahwa hak-hak Keraton Kasunanan Surakarta maupun Puro Mangkunegaran ini dikembalikan,” tutur Dany.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa usulan tersebut tak semata menyangkut pemulihan hak tradisional, tetapi juga mencakup aspek teritorial dan aset-aset yang dimiliki oleh Keraton maupun Mangkunegaran.
Artikel Terkait
Museum Subang Wisma Karya, menggali kearifan lokal dan warisan budaya, yuk mampir!
Kerak telor, warisan kuliner Betawi yang terus hidup
Dualisme kepengurusan Yayasan WR Supratman, keluarga besar menolak pihak lain mengatasnamakan warisan sejarah
Warung Oseng Nyak Kopsah yang selalu ramai berangsur bangkut hanya karena review food vlogger, Bang Madun: Datang reviewer hancurin usaha gue
Mengenang Raminten: Sejarah dan warisan budaya kuliner sarat budaya dari almarhum Hamzah Sulaiman
Keluarga ungkap nasib warung di negeri awan selepas Mbok Yem meninggal dunia
Mbok Yem dan sejarah legenda warung di Puncak Gunung Lawu yang ‘mahal’