Baca Juga: D’NEXT, inkubator pemimpin masa depan Dahana: Transformasi budaya lewat generasi muda
Keputusannya untuk pensiun bukan karena keterpaksaan, melainkan sebuah pilihan yang penuh kesadaran.
"Beliau sudah bilang ingin istirahat, tidak ingin naik gunung lagi. Maunya tinggal di rumah bareng keluarga," ungkap Syaiful.
Kepergian Mbok Yem bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi ribuan pendaki yang pernah singgah di warungnya.
Warung sederhana miliknya di puncak Lawu bukan hanya tempat beristirahat, tapi juga simbol keteguhan dan keramahan di tengah dinginnya udara pegunungan.
Baca Juga: Mengenang Raminten: Sejarah dan warisan budaya kuliner sarat budaya dari almarhum Hamzah Sulaiman
Kini, warung yang sudah puluhan tahun berdiri itu tengah dalam pertimbangan keluarga besar.
Belum ada keputusan resmi apakah warung tersebut akan dilanjutkan oleh generasi berikutnya atau tidak.
"Nanti kami bicarakan bersama keluarga besar. Sekarang fokus dulu untuk melepas kepergian beliau," tambah Syaiful.
Mbok Yem telah menjadi bagian dari sejarah Gunung Lawu.
Sosoknya yang sederhana, hangat, dan penuh semangat menjadikan ia lebih dari sekadar penjaga warung.***
Artikel Terkait
Bus rombongan bonek tabrakan dengan mobil BRV yang lawan arah di Tol Pekalongan, ada korban meninggal
Mahasiswi UGM yang hilang 2 minggu saat mudik lebaran ditemukan meninggal dunia di Magetan, jenazah ketiban motor di parit kecil
Disebut setrum pemain sirkus yang Ingin kabur, Founder Oriental Circus Indonesia beri bantahan: kalau beneran, bisa meninggal
Pengacara Hotma Sitompul meninggal dunia, Jhon LBF: Selamat beristirahat dengan tenang
Selesai tutup konser di Tokyo, gitaris seringai Ricky Siahaan meninggal dunia secara mendadak: Kami kehilangan satu bagian terpenting
Mengenal Ricky Siahaan, gitaris Seringai yang baru saja meninggal dunia ini dikenal konsisten di jalur musik keras
Ikon legendaris Yogyakarta, Hamzah Sulaiman meninggal dunia, pemilik House of Raminten yang lestarikan budaya dari masa ke masa