Keluarga ungkap nasib warung di negeri awan selepas Mbok Yem meninggal dunia

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 24 April 2025 | 23:47 WIB
Mbok Yem, pemilik warung di Puncak Gunung Lawu telah berpulang (Tangkapan layar instagram.com/pendaki_legal)
Mbok Yem, pemilik warung di Puncak Gunung Lawu telah berpulang (Tangkapan layar instagram.com/pendaki_legal)

Baca Juga: D’NEXT, inkubator pemimpin masa depan Dahana: Transformasi budaya lewat generasi muda

Keputusannya untuk pensiun bukan karena keterpaksaan, melainkan sebuah pilihan yang penuh kesadaran.

"Beliau sudah bilang ingin istirahat, tidak ingin naik gunung lagi. Maunya tinggal di rumah bareng keluarga," ungkap Syaiful.

Kepergian Mbok Yem bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi ribuan pendaki yang pernah singgah di warungnya.

Warung sederhana miliknya di puncak Lawu bukan hanya tempat beristirahat, tapi juga simbol keteguhan dan keramahan di tengah dinginnya udara pegunungan.

Baca Juga: Mengenang Raminten: Sejarah dan warisan budaya kuliner sarat budaya dari almarhum Hamzah Sulaiman

Kini, warung yang sudah puluhan tahun berdiri itu tengah dalam pertimbangan keluarga besar.

Belum ada keputusan resmi apakah warung tersebut akan dilanjutkan oleh generasi berikutnya atau tidak.

"Nanti kami bicarakan bersama keluarga besar. Sekarang fokus dulu untuk melepas kepergian beliau," tambah Syaiful.

Mbok Yem telah menjadi bagian dari sejarah Gunung Lawu.

Sosoknya yang sederhana, hangat, dan penuh semangat menjadikan ia lebih dari sekadar penjaga warung.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X