Membaca airmata
Di bawah matahari
Seperti aku mengiringi
Perjalanan bishop gurun pasir
Dengan tiga belas penderitaan
Ditulis di kota efesus dan galatia
Dipenjara bawah tanah kota roma
Lalu kuperas lagi
Kematian rohani
Sebuah pertarungan paling brutal
Tanpa sebilah sabit merah
Rohku makin membara
Mau berbalik menghadap tembok ratapan
Penyesalan dibuang ke dasar lautan
Paling dalam
Kepada malaikat serafim kutitipkan
Berlaksa-laksa dosa merah
Seperti buah kirmizi
Agar tubuhku yang sudah tumbuh bersayap
Siap terbang menuju rumah semawi
Di sana akan kutulis kembali
Syair-syair awan
Nyanyian kidung memanjang
Jelang perayaan dua puluh lima abad
Kutabur benih batin
Air suci
Di atas pelataran kekekalan
Jakarta, Senin 10 April 2023
3. Aku dan Legion
Aku dan legion
Tanpa sayap bertulang
Terbang dari langit ketiga
Terusir dari tanah suci
Membawa api
Menyala-nyala liar
Lidahnya menyemburkan
Kata-kata berbisa
Keji dan kejam
Sungguh mematikan
Aku dan legion
Lalu menyembah mezbah naik darah
Berteriak sekeras-kerasnya
Di gurun turun hujan beracun
Mabuk air keras
Mempermalukan semua jamaah
Ada kesakitan bertalu-talu
Ada hamba uang
Dipersembahkan raja pezinah
Dari negeri timur jauh
Setia bersetubuh
Dengan asytoret, milkon,
Kamos dan molokh
Aku dan legion
Pada akhirnya tukar cerita
Mau berdamai
Berpelukan dengan sebongkah batu karang
Sepakat membangun ribuan sungai
Mata airnya hidup dan bertumbuh
Mengalir sampai permukaan hati
Jakarta, Minggu 5 Maret 2023
4. Menulis Sajak dengan Air Lumpur
Menulis sajak dengan air lumpur
Tubuhku harus turun perlahan
Ke kaki-kaki bumi