Ketua tersebut ternyata seorang perempuan, sementara di Indonesia, ormas-ormas keislaman diketuai oleh laki-laki.
Bertemulah Ketua yang bernama Chang’e itu dengan Sang Tokoh. Betapa terkejutnya Sang Tokoh, karena Chang’e begitu cantik jelita, amat mempesona, masih gadis, dan yang paling mengagumkan, mau menerima lamaran Sang Tokoh yang jatuh cinta sejak pandangan pertama.
Betapa bahagianya hidup Sang Tokoh. Usulannya ke Pangeran Utama Arab untuk membeli saham tim sepakbola Inggris dipenuhi, dan Sang Tokoh ikut dalam proses akuisisi pembelian saham itu.
Lalu permintaan untuk membuat replika ka’bah di Indonesia pun segera akan diwujudkan, kemudian sebagai lajang, cintanya diterima oleh hadis Chang’e yang menawan.
Meskipun banyak mendapatkan keajaiban, namun tetap sisi manusiawi Sang Tokoh dikisahkan dalam novel setebal 380 haloaman ini, yang menegaskan bahwa tiada kekuasaan selain milik Allah, Tuhan semesta.
Kekuatan dan kekuasaan manusia adalah titipan dari Tuhan, dan suatu hari akan diminta kembali. Seperti apa? Novel ini memberikan jawabannya.***