seni

Sinopsis novel 'Sang Tokoh' karya Wina Armada Sukardi

Selasa, 11 Maret 2025 | 06:17 WIB
Novel Sang Tokoh karya Wina Armada Sukardi

GENMILENIAL.ID - Tokoh utama dalam novel ini diberi juluk ‘Sang Tokoh’, yang bisa mengingatkan pada nama ‘Tokoh Kita’ dalam novel Ziarah karya Iwan Simatupang.

Memang terdapat kesamaan pada kedua novel tersebut, yaitu absurd-nya kejadian-kejadian dalam hidup.

Beberapa pakar sastra menyebut novel Ziarah karya Iwan Simatupang mengandung paham eksistensialisme, dengan demikian, novel Sang Tokoh karya Wina juga bisa disebut sebagai novel eksistensialis.

Kisah dimulai dengan kejadian setelah salat Subuh. Saat pulang dari mesjid, Sang Tokoh tertabrak oleh kendaraan yang melaju kencang tanpa disadari kehadirannya, meski datang dari arah depan.

Baca Juga: Fiersa Besari tinggalkan komentar di unggahan foto erakhir Elsa dan Lilie di Puncak Carstensz Pyramid: Bu Elsa dan mamak, terima kasih

Si penabrak kabur. Tabrak lari. Sang Tokoh yang masih membujang, dibawa ke Rumah Sakit. Ia koma.

Hasil diagnosis dokter menyatakan, seluruh anggota tubuhya sehat, tidak terganggu, hanya ada sedikit memar. Tapi dokter kebingungan menyebut nama penyakitnya, juga cara mengobatinya.

Sebulan ia koma. Namun Kesadaran Sang Tokoh lamat-lamat bangkit. Ia siuman, dan tentu merasa kaget dengan apa yang sudah terjadi padanya. Ia sehat. Pulih total.

Dokter juga merasa heran, sebab baru kali ini menghadapi pasien koma seperti Sang Tokoh, lalu sembuh total.

Baca Juga: Keluarga pendaki gunung Elsa Laksono unggah foto terakhir mendiang di Puncak Carstensz Pyramid, janji akun medsosnya tetap aktif untuk berbagi kisah

Setelah sehat, Sang Tokoh mengalami peristiwa-peristiwa aneh. Tubuhnya jadi bau seperti binatang, dan di luar akal warasnya, ia jadi bisa bicara dengan binatang.

Ia juga punya kemampuan menebak pikiran seseorang, bisa meramalkan nasib seseorang, bahkan menebak seseorang akan mati tak lama lagi. Ia tidak bisa menolak keajaiban-keajaiban yang diterimanya.

Justru akhirnya ia pun menikmatinya, dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang baik. Misalnya ketika Sang Tokoh dikejar-kejar penjahat, diberondong dengan tembakan, ia bisa menahan laju peluru sehingga akhirnya selamat.

Atau ia berusaha menyelamatkan anak gadis seorang pejabat pembisik presiden, yang nyaris dipatuk ular kobra berukuran besar, yang tiba-tiba muncul dari lemari pakaian dan dari balik kasur tempat tidur.

Halaman:

Tags

Terkini