Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penulis Nasional di Amerika Serikat, lebih dari 60 persen penulis mengaku bahwa mereka lebih produktif ketika menulis di kafe, terutama ketika ditemani secangkir kopi.
Suasana tersebut menciptakan perasaan nyaman yang bisa memicu otak untuk bekerja lebih bebas dan kreatif.
Beberapa penulis besar, seperti J.K. Rowling dan Haruki Murakami, dikenal gemar menulis di kafe, memanfaatkan suasana sekitar untuk mendapatkan inspirasi.
3. Kopi: teman atau musuh?
Meskipun kopi memiliki banyak manfaat, penting juga untuk mengenali batasan-batasannya.
Terlalu banyak kafein bisa menyebabkan kecemasan, gelisah, dan sulit tidur, yang justru akan mengganggu proses menulis.
Baca Juga: Lebih dari sekadar melepas penat, ini 6 manfaat kumpul dan ngopi bareng teman
Bagi sebagian penulis, ada batas aman dalam konsumsi kopi agar tetap bisa memanfaatkan manfaatnya tanpa terkena efek samping yang merugikan.
Kesimpulannya, secangkir kopi memang bisa menjadi katalisator ide bagi banyak penulis.
Baik karena efek stimulan dari kafein maupun kenyamanan emosional yang ditawarkannya, kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan menulis. Namun, seperti semua hal, keseimbangan adalah kunci.
Menikmati kopi dalam dosis yang tepat bisa membantu penulis menemukan kata-kata yang tepat dan menciptakan karya yang luar biasa.***