Baca Juga: Keutamaan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, merayakan kehidupan Rasulullah dengan kebajikan
"Di museum nanti bisa dimanfaatkan untuk anak-anak kita berkunjung dan ada ceritanya supaya mereka mengingat untuk menjaga (kesenian tradisional) kalau hilang," ujarnya.
Kata Ade, pihaknya tidak bisa mempertahankan sebuah kebudayaan tradisional kalau masyarakatnya sudah tidak membutuhkan akan kebudayaan tersebut.
Namun untuk beberapa kesenian tradisional seperti bajidoran yang saat ini masih hidup, Ade pun masih optimis kesenian tersebut masih bisa bertahan, walaupun ada beberapa modifikasi dari para senimanya.
Selain Bajidoran, ada juga wayang golek yang saat ini masih cukup hidup di Kabupaten Subang, bahkan beberapa pagelaran wayang golek masih cukup diminati oleh masyarakat hingga penontonnya penuh berdesak-desakan.
"Untuk ukuran Jawa Barat, kesenian tradisional di Subang relatif cukup maju, paling tuan rumah di negeri sendiri tapi di daerah lain gak," ucapnya.
Kabid Kebudayaan ini juga menyebut bahwa lagu-lagu asal Kabupaten Subang seperti domba kuring masih cukup populer ditelinga masyarakat.
"Kita kan lagu-lagu kita seperti domba kuring masih populer sekarang, lagu-lagu sunda seni tradisional masih budaya kita, dangdutnya juga masih di jaipongkan, masih kuat, akarnya masyarakat masih suka," tuturnya.