sains

Di balik viralnya penemuan Rafflesia hasseltii: Kisah Septian Andriki yang bertahun-tahun mencari ‘si muka harimau’

Minggu, 23 November 2025 | 16:15 WIB
Mengintip kisah penemuan Rafflesia hasseltii di pedalaman hutan Sumatera Barat (Instagram.com/@oxford_uni)

“Mungkin saya sangat beruntung, terima kasih kepada keluarga dan teman-teman yang sudah mendukung kerja keras selama beberapa tahun menunggu,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Thorogood yang mengajaknya dalam misi penelitian ini.

Baca Juga: Koalisi Sipil ancam gugat ke MK hingga lapor PBB: Kritik keras soal pemberlakuan KUHAP baru Januari 2026

Serba-serbi Rafflesia hasseltii: ‘Cendawan Muka Rimau’

Rafflesia hasseltii merupakan bunga parasit dari famili Rafflesiaceae. Dikenal dengan sebutan 'Cendawan Muka Rimau', bunga ini memiliki motif kelopak menyerupai wajah harimau.

Spesies ini pertama kali dipublikasikan pada 1879 oleh W.F.R. Suringar dan hidup sebagai holoparasit pada inang Tetrastigma leucostaphyllum.

WWF mencatat, diameter bunga saat mekar mencapai 30–50 cm dan hanya bertahan beberapa hari sebelum layu.

Habitatnya terbatas di Sumatra Barat, Riau, Jambi, hingga kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Lokasi tumbuhnya seringkali jauh dari jalur publik dan membutuhkan izin khusus untuk diakses.

Baca Juga: 92 Km jalan dibangun, hibah dipangkas: Kang Rey ungkap alasan ada pihak yang sebut 'Subang gelap'

Hanya 1 dari 14 spesies Rafflesia di Indonesia

Dari 25 spesies Rafflesia di dunia, 14 berada di Indonesia dan 11 ditemukan di Sumatra. Namun, populasinya terus terancam.

Data CCRR menyebut 60 persen spesies Rafflesia berada dalam kategori terancam punah, dan mayoritas habitatnya berada di luar kawasan lindung.

Rafflesia hasseltii kini dilindungi melalui PP No. 7 Tahun 1999 serta berstatus genting (endangered) dalam Daftar Merah IUCN.***

 

Halaman:

Tags

Terkini