sains

Beberapa air mineral terpapar bahan kimia abadi, apakah tetap aman dikonsumsi?

Jumat, 10 Januari 2025 | 22:12 WIB
Ilustrasi air mineral (Freepik/rawpixel.com)

GENMILENIAL.ID - Penemuan terbaru oleh peneliti Eropa mengungkapkan bahwa air mineral yang dijual di seluruh Eropa terkontaminasi bahan kimia berpotensi berbahaya. 

Analisis yang dilakukan oleh Pesticide Action Network Europe (PAN Europe) menemukan adanya jejak 'bahan kimia abadi' dalam air mineral.

PAN Europe merupakan organisasi ilmiah yang terdiri dari ahli toksikologi dan pakar hukum yang berbasis di Eropa.

Analisis yang dipublikasikan pada Desember 2024 menunjukkan bahwa 10 dari 19 merek air mineral yang diperiksa terkontaminasi asam trifluoroasetat (TFA). 

Baca Juga: Tips jitu hilangkan bau apek di baju saat musim hujan, semuanya bisa dilakukan sendirian

TFA adalah zat kimia yang sangat kecil, mudah bergerak, larut dalam air, dan tidak dapat terurai di alam. 

Mobilitas ekstrem TFA memungkinkan zat ini untuk menembus dan terakumulasi, bahkan di cadangan air tanah yang dalam.

PAN Europe menyebutkan bahwa TFA merupakan bagian dari kelompok per-and polyfluoroalkyl substances (PFAS), yang dikenal sebagai 'bahan kimia abadi'.

TFA dan 'bahan kimia abadi'

Meskipun TFA belum secara resmi didefinisikan sebagai 'bahan kimia abadi' di Eropa atau Amerika Serikat, banyak ilmuwan yang menggolongkan senyawa ini dalam kategori tersebut. 

Baca Juga: Nasib saham Rp267 miliar milik Raffi Ahmad di STY Foundation usai Shin Tae Yong dipecat, benarkah akan melayang?

Otoritas Keamanan Pangan Eropa menjelaskan bahwa TFA terbentuk selama pemecahan PFAS, yaitu ribuan jenis bahan kimia yang tidak dapat terurai secara alami. 

PFAS ini ditemukan dalam berbagai produk rumah tangga, limbah industri, pestisida, dan busa pemadam kebakaran tertentu. 

Bahkan, beberapa jenis PFAS telah dikaitkan dengan penyakit serius, seperti penyakit tiroid, kanker testis, dan kanker ginjal.

Halaman:

Tags

Terkini