sains

Kampanye politik tarik perhatian lewat AI, begini yang terjadi di Indonesia dan belahan dunia lain

Rabu, 18 September 2024 | 00:43 WIB
Ilustrasi AI untuk kampanye politik (Unsplash.com/@AndreaDeSantis)

Model foto serta video yang dihasilkan dari AI ini semakin menunjukkan citra gemas atau sering disebut ‘gemoy’ terhadap figur Prabowo.

Baca Juga: Pupuk Kujang raih 2 penghargaan internasional di bidang inovasi pada ajang IQPC 2024

Padahal, hal tersebut berbanding terbalik dari citra Prabowo sebelumnya yang tegas dan berwibawa. 

Ada pula partai Golongan Karya (Golkar) yang memakai teknologi deepfake untuk membangunkan mendiang Presiden Soeharto yang menyerukan publik untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum di Indonesia.

Diketahui, bahwa strategi tersebut diambil untuk menunjukkan kejayaan Orde Baru dan diharapkan dapat menaikkan elektabilitas Partai Golkar.

AI Dekat dengan Generasi Muda

Menurut survey yang dilakukan oleh Google Indonesia, 43 persen pengguna AI di Indonesia adalah generasi muda. 

Baca Juga: Solid menangkan Religius, 3 parpol besar yang tergabung dalam koalisi berkah dan relawan bentuk tim dan dirikan posko pemenangan

Country Head of Android of Google Indonesia, Denny Galant mengungkapkan bahwa mereka adalah kelompok yang paling adaptif dan responsif terhadap teknologi AI.

"Mereka adalah early adopter dari platform AI generatif, dimana teknologi ini sudah menjadi bagian yang penting bagi kehidupan sehari-hari mereka," kata Denny Galant dalam konferensi pers.

Namun, penggunaan AI dalam kampanye pemilu juga memiliki tantangan dan risiko yang harus diwaspadai. 

Salah satunya adalah masalah etika dan hukum. Penggunaan AI dalam kampanye pemilu harus menghormati hak dan kewajiban para kandidat, pemilih, dan masyarakat. 

Baca Juga: Viral kemacetan saat long weekend di puncak, intip 7 fakta yang terjadi

Penggunaan AI dalam kampanye pemilu juga harus sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku. 

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial.

Halaman:

Tags

Terkini