"Tidak bisa dan bahkan berbahaya," demikian pernyataan resmi LAPAN pada Maret 2021.
Tiga alasan operasi TMC berbahaya
LAPAN membeberkan tiga alasan utama mengapa operasi TMC dapat berdampak negatif saat terjadi cold pool:
- Proses atmosfer yang acak dan menganut hukum chaos
Gangguan kecil di atmosfer pada satu lokasi bisa berdampak besar di lokasi lain karena atmosfer saling terhubung dalam skala regional hingga global. - Percepatan hujan dari awan konvektif dapat memicu cold pool
Gerakan acak cold pool ke segala arah bisa memperluas aktivitas konvektif, menghasilkan hujan dalam skala lebih besar. - Risiko pembentukan rainband dan garis badai (squall line)
Jika TMC dilakukan saat angin mengalami penguatan atau konvergensi, hal ini dapat mempercepat terbentuknya pita hujan (rainband) atau bahkan memicu garis badai (squall line), yang dampaknya bisa menjangkau ratusan kilometer dari lokasi operasi TMC.
Sementara itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menurunkan tim TMC pada 24 Februari 2021 lalu untuk mengantisipasi fenomena siklon tropis yang diperkirakan memicu hujan lebat di wilayah Jabodetabek hingga 25 Februari 2025.
Dengan peringatan dari BMKG serta analisis dari LAPAN, kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem menjadi krusial, terutama untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah terdampak.***
Artikel Terkait
Apa Itu energi terbarukan? inilah 5 contoh sumber daya alam melimpah yang dapat dimanfaatkan dengan mudah!
Beberapa air mineral terpapar bahan kimia abadi, apakah tetap aman dikonsumsi?
Kerugian kebakaran Los Angeles capai Rp4.000 triliun, apa alasan api susah dipadamkan?
Teori penyebab kebakaran Los Angeles, mulai dari petir hingga sisa api tahun baru
Ilmuwan ungkap tanah longsor berpotensi terjadi usai kebakaran Los Angeles, ancaman baru untuk rumah yang selamat dari kobaran api
Ilmuwan bersiap umumkan jam kiamat yang lebih dekat dengan bumi, imbas kerusuhan hingga genosida
Demi cegah banjir, Pemprov Jakarta lakukan modifikasi cuaca, bagaimana prosesnya?