Ilmuwan bersiap umumkan jam kiamat yang lebih dekat dengan bumi, imbas kerusuhan hingga genosida

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 31 Januari 2025 | 00:25 WIB
Ilustrasi jam kiamat yang menunjukkan dunia lebih dekat dengan kehancuran (Freepik)
Ilustrasi jam kiamat yang menunjukkan dunia lebih dekat dengan kehancuran (Freepik)

Moskow malah meminta agar perjanjian semacam itu diperluas untuk mencakup negara-negara lain.

Ketegangan di Timur Tengah dan Asia

Ketegangan di Timur Tengah dan Asia juga semakin memprihatinkan. 

Perang antara Israel dan Hamas di Gaza serta ketegangan yang melibatkan Iran dan negara-negara lain di kawasan tersebut berpotensi memicu eskalasi yang lebih besar.

Baca Juga: Tingkatkan layanan pada masyarakat, ini arahan tegas Kompol Dede Suherman bagi para anggotanya

"Kami memantau dengan cermat dan berharap gencatan senjata di Gaza akan bertahan. Namun, ketegangan di Timur Tengah, termasuk dengan Iran, masih sangat berbahaya dan tidak stabil," kata Holz.

Di Asia, China semakin meningkatkan tekanan militer terhadap Taiwan, mengirimkan kapal perang dan pesawat tempur di sekitar pulau yang diklaim sebagai wilayahnya. 

Sementara itu, Korea Utara terus melakukan uji coba rudal balistik yang dapat membawa hulu ledak nuklir, menambah ketegangan di kawasan tersebut.

"Ada banyak titik panas potensial di dunia, termasuk Taiwan dan Korea Utara. Jika salah satu konflik ini meletus, negara-negara dengan kekuatan nuklir bisa terlibat, yang akan membawa dampak tak terduga dan sangat menghancurkan," kata Holz.

Baca Juga: Shin Tae-yong berpisah dengan eks tim pelatih Garuda di Korsel, ini momen bocil hingga fans wanita menangis gegara ditinggal coach STY

Krisis iklim dunia

Krisis iklim juga menjadi faktor utama dalam keputusan ini. 

Data dari Organisasi Meteorologi Dunia PBB menunjukkan bahwa 2024 adalah tahun terpanas dalam sejarah. 

Holz mengingatkan bahwa dalam dekade terakhir, dunia telah mengalami periode yang sangat panas, dan meskipun ada peningkatan penggunaan energi terbarukan seperti angin dan matahari, langkah-langkah global untuk mengatasi perubahan iklim masih jauh dari cukup.

"Selama 10 tahun terakhir, dunia mengalami dekade terpanas dalam sejarah. Meskipun ada kemajuan dalam penggunaan energi angin dan surya, langkah-langkah global masih belum cukup untuk menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim," jelas Holz.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X