Ini dia 6 langkah mitigasi bencana patahan aktif Sesar Garsela

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Senin, 23 September 2024 | 20:00 WIB
Ilustrasi Pria di Atas Bukit
Ilustrasi Pria di Atas Bukit

 

GENMILENIAL.ID - Peristiwa gempa bumi yang terjadi di kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Jawa Barat yang terjadi pada tanggal 18 September 2024 lalu menimbulkan kerusakan yang sangat parah.

Adapun Sesar Garsela diklaim oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) sebagai penyebab terjadinya peristiwa memilukan tersebut. Pihak BMKG menyebut, pergerakan sesar dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya gempa bumi di Indonesia.

 Kapan terjadinya peristiwa gempa bumi di masa yang akan datang memang tidak mudah untuk diprediksi. Namun demikian,kita selaku warga Jawa Barat dapat mengetahui hal – hal yang berkaitan dengan  terkait Sesar Garsela.

 Apa sebenarnya yang disebut Sesar Garsela?

 Berdasarkan penjelasan dari Buletin Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sesar Garsela merupakan salah satu sesar aktif yang berada di Kabupaten Garut, Jawa Barat. "Salah satu sesar aktif di Jawa Barat adalah sesar Garsela," tulis penelitian tersebut.

Sesar Garsela mempunyai dua segmen, yaitu segmen Rakutai dan segmen Kencana dengan Panjang masing-masing 19 kilometer dan 17 kilometer. Meskipun tergolong sesar aktif, penelitian pada wilayah Sesar Garsela tergolong minim pada bidang analisis gravitasi.

 Di samping itu, segmen Kencana terletak di wilayah yang dekat dengan pemukiman penduduk.

 

Sesar Garsela Merupakan Patahan Aktif

 Menurut laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sesar Garsela disebut sebagai Patahan Aktif Garsela. "Aktivitas patahan tersebut tentunya akan berdampak terhadap kegiatan pariwisata dan ekonomi," tulis laporan Badan Geologi Kementerian ESDM yang terbit pada 13 Maret 2024.

 Patahan Aktif Garsela juga pernah terjadi pada 2 Februari 2024, yang mengguncang Garut Selatan dengan magnitude 3,2 SR.

 

BMKG mengklaim pusat gempa yang terjadi saat itu berkaitan dengan patahan aktif Garsela, dengan kedalaman relatif dangkal sekitar 3 kilometer. Maka dari itu, aktivitas dari patahan tersebut wajib diwaspadai perkembangannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: Dari berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X