Data Transfermarkt mencatat total nilai pasar pemain Garuda mencapai 32,15 juta euro (Rp546 miliar), lebih tinggi dibanding Saudi yang 30,6 juta euro (Rp520 miliar).
Baca Juga: DPR desak Kemlu bentuk Tim Investigasi Independen atas kematian diplomat Arya Daru
Beberapa nama top Indonesia di antaranya Jay Idzes (7,5 juta euro), Kevin Diks (5 juta euro), hingga Emil Audero (3,2 juta euro).
Dari kubu Saudi, Firas Al Buraikan menjadi pemain termahal dengan valuasi 4,5 juta euro.
Meski begitu, pengalaman Arab Saudi di panggung internasional, termasuk Piala Dunia, membuat perbandingan ini tidak bisa jadi patokan mutlak.
Harapan dan kewaspadaan Garuda
Indonesia berharap cederanya Ole Romeny segera pulih agar bisa menambah daya dobrak lini depan.
Sementara itu, absennya atau kondisi tidak fit Al Dawsari jelas bisa menjadi keuntungan bagi Garuda.
Namun, Kluivert menegaskan timnya tidak boleh lengah. Saudi masih punya deretan pemain berbahaya, termasuk Al Buraikan yang kini jadi andalan di lini depan.
Pada akhirnya, laga di Jeddah nanti bukan hanya soal taktik, tapi juga soal mental dan disiplin.
Jika mampu menjaga konsistensi, Timnas Indonesia berpeluang melanjutkan kejutan dan menjaga asa menuju Piala Dunia 2026.***
Artikel Terkait
AFC tunjuk Qatar dan Arab Saudi jadi tuan rumah putaran keempat, Erick Thohir minta pertandingan berjalan fair
Resmi, Garuda satu grup dengan Irak dan Arab Saudi di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Pertemukan Garuda dengan Irak dan Arab Saudi, Round 4 dinilai tak adil sejak awal
Puzzle Garuda Kluivert: Seimbangkan Timnas Indonesia hadapi tekanan Arab Saudi dan Irak
Strategi rahasia Patrick Kluivert jadi sorotan, Timnas Indonesia hadapi tekanan berat lawan Arab Saudi dan Irak di Round 4
Rekam jejak prestasi Jonatan Christie usai juara Korea Open 2025: Dari Asian Games hingga All England
Ousmane Dembele raih Ballon d’Or 2025, simbol kebangkitan bersama PSG