Di sisi lain, Bung Towel menilai STY pasti menyadari pro kontra dari penggemar Garuda selama berkarier sebagai pelatih Timnas Indonesia.
"Karena selama ini kita ngomong (dibilang warganet) tidak jujur, karena Shin Tae-yong ini tidak polos sebagai seorang pelatih, kalau dari sudut pandang saya," tandasnya.
4. Bung Towel sebut STY banyak drama di AFF 2024
Bung Towel pernah menyebut STY tengah melakukan drama saat menukangi skuad Timnas Indonesia yang turun dengan skuad dengan rata-rata usia 22 tahun (U-22) di ajang AFF 2024.
Kala itu, Garuda hanya mampu bertengger di posisi tiga klasemen Grup B dan tidak lolos ke fase berikutnya.
Baca Juga: Virus HMPV tidak bisa diobati, apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya?
STY hanya mampu mencatatkan satu kali menang, satu kali imbang, dan dua kekalahan dalam ajang tersebut.
"Jeblok di grup, tidak lolos semifinal, ini drama apa yang sedang dilakukan STY?" ujar Bung Towel dalam kesempatan berbeda di YouTube Catatan Demokrasi, pada 24 Desember 2024 lalu.
Kemudian, Bung Towel juga mempertanyakan hal besar baginya untuk bisa dievaluasi oleh PSSI kepada STY.
"Wahai PSSI, bolehkah kami pecinta sepak bola di Indonesia merindukan juara?" tandasnya.***
Artikel Terkait
Ups! seperti ini cara Agensi STY gunakan artis Korsel minta dukungan agar Shin Tae-yong tetap bisa bertahan sebagai pelatih Timnas Indonesia
5 Fakta soal performa fisik Garuda yang meningkat, salah satunya kecerdikan pelatih fisik Shin Sang Gyu dalam menyesuaikan taktik STY
Berjuang bareng Garuda demi tiket Piala Dunia 2026, pesan STY usai resmi dipecat PSSI ini bikin merinding
Pemecatan PSSI ke STY tuai sorotan sang anak Shin Jae-won, jangan lupakan 3 kasus kontroversial Ketum PSSI di era sebelum Erick Thohir!
Makin panas, jurnalis Italia ini pecahkan kode Erick Thohir soal pengganti STY di skuad Timnas Indonesia: Kesepakatan telah tercapai
Kepergian STY bikin pemain Garuda susah move on, dari cerita Ernando yang diminta operasi bahu hingga jadi sosok berharga bagi Rizky Ridho
Mengintip ranking FIFA Timnas Indonesia yang melejit di bawah kepemimpinan STY, mampukah pelatih baru lakukan hal yang sama?