Virus HMPV tidak bisa diobati, apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya?

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 7 Januari 2025 | 23:29 WIB
Ilustrasi seorang anak menggunakan masker (Freepik/wirestock)
Ilustrasi seorang anak menggunakan masker (Freepik/wirestock)

GENMILENIAL.ID - Belakangan, pemerintah Indonesia mengonfirmasi bahwa virus Human Metapneumovirus (HMPV) dilaporkan telah ditemukan di Indonesia. 

Kementerian Kesehatan mencatat danya kasus yang ditemukan melibatkan anak-anak

Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk tidak panik, karena HMPV bukanlah virus baru dan sudah dikenal dalam dunia medis.

“HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” kata Menkes di Jakarta, Senin, 6 Januari 2025.

Baca Juga: HMPV sudah masuk ke Indonesia, Menkes sebut anak-anak jadi korban dan begini gejalanya

Menkes menjelaskan, virus HMPV berbeda dengan virus COVID-19. Menurutnya, COVID-19 merupakan virus baru, sedangkan HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu.

Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.

“Berbeda dengan COVID-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa juga,” ujar Menkes.

Mengutip dari laman Cleveland Clinic, peneliti memperkirakan sekitar 10 persen hingga 12 persen dari penyakit saluran pernapasan pada anak-anak disebabkan oleh HMPV. 

Baca Juga: 5 Cara mencegah perut kembung setelah makan

Sebagian besar kasus bersifat ringan, tetapi sekitar 5% hingga 16% anak-anak akan mengembangkan infeksi saluran pernapasan bagian bawah seperti pneumonia.

Disebutkan juga di dalamnya bahwa Human Metapneumovirus (HMPV) paling sering menyebabkan gejala yang mirip dengan flu biasa, tetapi beberapa orang bisa mengalami sakit yang sangat parah. 

Penyakit ini lebih mungkin untuk sakit parah pada infeksi pertama kali, sehingga itulah mengapa anak-anak memiliki risiko lebih tinggi untuk sakit serius. 

Setelah infeksi pertama, tubuh mendapatkan perlindungan (imunitas) dan setelahnya mungkin hanya mengalami gejala ringan yang mirip flu jika terinfeksi HMPV lagi. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X