GENMILENIAL.ID - Anggota Komisi I DPRD Subang, Beni Rudiono berbicara terkait dinamika dan politik Subang, termasuk soal regenerasi dan kaderisasi para politisi muda ditubuh partainya di Kabupaten Subang.
Politisi Senior PDIP yang sudah hampir empat periode duduk sebagai anggota dewan ini juga berbicara terkait Kepemimpinan di Kabupaten Subang.
Termasuk soal sederet persoalan di Kabupaten Subang yang seharusnya segera mendapatkan penanganan cepat namun belum mendapatkan titik temu ataupun pemecahan solusi, selain semakin hari semakin menumpuk.
Baca Juga: Anggota Komisi I DPRD Subang bicara terkait dinamika politik Subang dan anak muda
Soal PAD yang mandek tidak ada peningkatan, WTP lima kali namun masih defisit terus menerus, persoalan sampah dan juga sederet persoalan lain yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Daerah Subang.
"Sekarang kita bersyukur, Bupati gak ditangkap aja sudah bagus, Bupati sekarang selamat nih, memang situasi gak gampang, situasinya agak sulit," ucapnya.
Kata Beni, pasca pandemi Covid 19, situasi ekonomi saat ini juga masih lesu, sehingga untuk menggenjot PAD pun masih dirasa cukup berat.
"Jadi kendala-kendala itu harus kita pahami lah, tapi tidak boleh menyerah, sehingga bagaimana caranya kedepan, kalau anak-anak muda ini jadi punya semangat baru," ujarnya.
Beni pun menyebut, bahwa dimasa jabatan terakhir Bupati Subang hari ini, H. Ruhimat saat ini masih dikatakanya lumayan, walaupun diakuinya juga masih banyak kekuranganya.
Ia pun berharap, kekurangan itu bisa diisi oleh para politisi muda yang akan maju menjadi anggota DPRD Baik di Kabupaten, Kota ataupun Provinsi.
Baca Juga: Mengenang peran dan kontroversi Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra)
Soal kepemimpinan di Subang, yang saat ini masih di Jabat oleh H. Ruhimat, Beni juga menyebut bahwa Kepemimpinan saat ini masih dibilang cukup hati-hati soal anggaran.
Walaupun banyak kritikan masuk terkait refleksi 5 tahunan Jimat Akur yang tidak substantif dan pemborosan anggaran dengan menghabiskan anggaran Rp85 juta per kecamatan.