GENMILENIAL.ID - Warga kampung Babakan dan Kampung Jabong, Desa Curugrendeng Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang keluhkan terkait adanya banjir lumpur yang terus berulang-ulang sebagai akibat dari adanya alih fungsi lahan PTPN dengan PT Bintang.
Diketahui bahwa alih fungsi lahan PTPN yang bekerja sama denga PT Bintang tersebut akan digunakan untuk proyek pemerintah dalam ketahanan pangan nasional yaitu penanaman kentang.
Sebagai informasi, ada dua kampung dua RW yang terdampak dari banjir lumpur sebagai dampak dari alih fungsi lahan PTPN tersebut yaitu Kampung Babakan (RW.05) dan Kampung Jabong (RW.06).
Kampung Babakan, RW.05 yang terkena dampak banjir lumpur adalah warga RT.15, sedangkan Kampung Jabong, RW.06 warga yang terkena dampak adalah RT.18, RT.19, RT.40,dan RT.41.
Tokoh Muda Curugrendeng yang juga anak dari Kepala Desa Curug Rendeng Fauzi Awalludin mengatakan bahwa masyarakat di Desa nya sudah beberapa kali terkena banjir lumpur.
"Sudah beberapa kali, ini kurang lebih sudah lima kali kejadian ini semenjak satu bulan ke belakang, karena debit dan curah hujan tinggi di Subang selatan," kata Fauzi Awalludin kepada genmilenial.id pada Rabu malam, 26 April 2023.
Kata Fauzi, banjir lumpur akibat dari adanya alih fungsi lahan tersebut telah membuat beberapa fasilitas dan rumah warga rusak dan mengalami kerugian.
"Rumah untuk banjir lumpur kelima ini ada tiga rumah yang jebol," kata Fauzi
Disamping rumah, fasiltas umum masyarakat seperti jalan dan gorong-gorong alami kerusakan.
"Fasiltas umum, jalan yang selama ini digunakan untuk transportasi rusak termasuk gorong-gorong rusak," ucapnya.
Baca Juga: Hari ke-4 setelah lebaran, PT KAI sebut 43.500 pemudik telah tiba di Jakarta
Terkait tuntutan yang diminta oleh masyarakat Desa Curugrendeng, Fauzi menyebut bahwa masyarakatnya hanya meminta tidak ada lagi banjir lumpur.