Baca Juga: Promedia Group bawa teknik jurnalistik ke pelatihan Relationship Manager Hana Bank
Penanganan medis menjadi prioritas sembari menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kejadian.
Penyebab keracunan MBG masih menunggu hasil laboratorium
Menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri atas nasi, telur, sayuran berupa wortel dan jagung, serta susu UHT.
Susu sempat menjadi dugaan awal terkait kejadian tersebut. Namun, hingga informasi terakhir yang tersedia, belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan jenis makanan atau minuman yang menjadi penyebab para siswa mengalami gejala keracunan.
Baca Juga: Santri Subang ukir prestasi internasional hingga provinsi, Kang Rey dorong generasi berdaya
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty menyatakan sampel makanan dan minuman telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah untuk menjalani pemeriksaan.
“Sampel makanan yang dimakan semua, dari yang tersedia di bank sampel, itu dibawa untuk diperiksa,” ujar Fusia.
Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel makanan yang dikonsumsi siswa untuk membantu mengidentifikasi penyebab kejadian.
Hasilnya diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat tiga kali 24 jam, bergantung pada proses pengujian laboratorium.
Baca Juga: Kabut asap pekat kembali selimuti Palembang, warga pertanyakan hasil modifikasi cuaca
Karena hasil pemeriksaan belum tersedia, belum tepat menyimpulkan susu UHT atau komponen menu tertentu sebagai penyebab dugaan keracunan tersebut.
Operasional SPPG dihentikan sementara
Sebagai bagian dari tindak lanjut kejadian, operasional SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang 01 dihentikan sementara selama 20 hari untuk keperluan evaluasi.
Penghentian sementara tersebut dilakukan ketika penanganan siswa dan pemeriksaan sampel makanan masih berlangsung.