Kebakaran Gunung Ciremai di atas 1.000 Mdpl, tim gabungan masih berjibaku padamkan api

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:33 WIB
Upaya pemadaman karhutla di Gunung Ciremai oleh relawan dan tim gabungan (Instagram/muhammadhabib366)
Upaya pemadaman karhutla di Gunung Ciremai oleh relawan dan tim gabungan (Instagram/muhammadhabib366)

GENMILENIAL.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Hingga Jumat, 23 Oktober 2026, tim gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah titik, termasuk kawasan dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berdasarkan informasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, salah satu lokasi kebakaran berada di Blok Sipenpen Batu Arca, Wilayah I Kuningan.

Vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, alang-alang, serasah kering, dan tegakan pohon pinus.

Baca Juga: Karhutla Papua lepaskan lebih dari 35 juta ton karbon, NASA ungkap temuan mengejutkan

Sekitar 100 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Mereka berasal dari BPBD Kabupaten Kuningan, BPBD Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta warga setempat.

Helikopter water bombing disiapkan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pemerintah berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk mendukung pemadaman melalui udara menggunakan helikopter.

“Saya berkomunikasi dengan Pak Wamenhan dengan jajaran TNI AU, akan segera diturunkan heli untuk melakukan pemadaman melalui water bombing,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan yang dibagikan di laman resmi Pemprov Jawa Barat pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Baca Juga: Prabowo ancam perusahaan asing pelaku karhutla, ada yang diduga melanggar 19 kali

Water bombing merupakan upaya pemadaman dengan menjatuhkan air dari helikopter ke area yang terbakar.

Langkah ini disiapkan untuk membantu penanganan karhutla di kawasan Gunung Ciremai.

Selain rencana pemadaman dari udara, tim gabungan juga membuat sekat bakar. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke kawasan yang memiliki vegetasi rapat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X