Kepastian penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: RW 1 dan Karang Taruna Parung dilantik, camat tekankan pelayanan warga dan pemberdayaan pemuda
SPPG disetop sementara, biaya pengobatan ditanggung BGN
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, menyatakan seluruh anak yang terdampak telah mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan kejadian tersebut dihentikan sementara.
“Per malam ini SPPG tersebut sudah kami suspend sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Yulian dalam keterangan resmi DPRD Kota Cirebon, Rabu 21 Oktober 2026.
Penghentian sementara itu dilakukan ketika penanganan kasus masih berlangsung.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Yulian menegaskan, penyebab kejadian belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Kalau untuk dugaan dari mana, kita masih menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.
Dengan demikian, belum ada kepastian apakah gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan telur atau bahan makanan lain dalam menu yang dikonsumsi para siswa.
Baca Juga: Perumda TRS Subang hadapi tantangan air industri, sekda desak rencana aksi nyata
331 Orang terdampak, 199 pasien dirawat inap
Dugaan keracunan tersebut dilaporkan berdampak pada siswa dari SD Taman Kalijaga, SD Kalijaga Permai, dan TK Teratai. Gejala yang dilaporkan meliputi mual, muntah, dan diare.