GENMILENIAL.ID – Dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan berdampak pada 331 orang. Hingga Kamis 22 Oktober 2026, sebanyak 199 pasien menjalani rawat inap.
Kasus ini terjadi setelah makanan MBG dibagikan kepada siswa di wilayah Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, pada Selasa 20 Oktober 2026.
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan, seperti mual, muntah, dan diare.
Penyebab pasti kejadian tersebut belum diketahui. Sampel makanan masih menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kemungkinan sumber kontaminasi.
Unggahan Dadan Halim soroti menu telur
Dugaan keracunan MBG di Cirebon turut menjadi perhatian setelah Dadan Halim mengunggah komentarnya melalui akun Threads @dadan.a.halim pada Kamis 22 Oktober 2026.
Dalam unggahannya, ia menyoroti telur yang disebut dalam pembahasan menu makanan para korban.
“Ternyata, Telor. Telorr, guysss bayangin. Bahan makanan yang hampir semua orang pernah masak. Se-nggak becus-becusnya kita masak telur, paling gosong atau keasinan. Lah ini..” tulis Dadan.
Ia mengaku semula membayangkan makanan yang diduga memicu keracunan merupakan olahan dengan proses memasak yang rumit dan banyak bumbu.
Baca Juga: Peringati Hari Santri, Camat Subang ajak generasi muda teladani pejuang kemerdekaan
Namun, ia justru menyoroti telur yang dianggap sebagai bahan makanan umum.
Unggahan tersebut memunculkan perhatian terhadap keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG.
Meski demikian, komentar mengenai telur tidak dapat dijadikan bukti bahwa bahan makanan tersebut merupakan penyebab keracunan.