Karena itu, informasi mengenai praktik penjualan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Antrean BBM Bali masih menjadi keluhan warga
Fenomena penjualan bensin dengan harga tinggi menjadi perhatian di tengah keluhan masyarakat mengenai antrean BBM di sejumlah SPBU Bali.
Sebelumnya, warga melaporkan harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. Antrean tersebut menyulitkan pengendara yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan.
Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya menyatakan persediaan Pertalite dan Pertamax mencukupi untuk kebutuhan sekitar dua pekan.
Baca Juga: OTT Bupati Klaten: KPK ungkap 5 klaster kasus dan sudah tetapkan tersangka
Namun, proses distribusi dari depo menuju SPBU disebut mengalami hambatan akibat meningkatnya jumlah kendaraan yang datang untuk mengisi BBM.
Situasi ini memperlihatkan bahwa ketersediaan stok di tingkat depo tidak serta-merta membuat BBM mudah diperoleh masyarakat di setiap SPBU.
Ketika antrean berlangsung panjang, sebagian pengendara bisa menghadapi kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar sesuai kebutuhan.
Kondisi tersebut juga berpotensi menambah beban masyarakat yang harus mengalokasikan waktu lebih lama untuk mengisi BBM.
Baca Juga: IHSG anjlok lagi, apa dampaknya pada masyarakat kecil? Ini penjelasannya
Di tengah situasi itu, bensin eceran dapat menjadi pilihan bagi pengendara yang kehabisan bahan bakar.
Namun, harga yang jauh lebih tinggi berisiko memberatkan konsumen, terutama jika mereka tidak memiliki pilihan lain untuk melanjutkan perjalanan.
Harga bensin eceran perlu mendapat perhatian