news

Bensin eceran 1,5 liter dibanderol Rp100–200 ribu di Bali, warganet soroti harga tak wajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05:49 WIB
Seorang pengemudi ojol diduga menawarkan bensin eceran kepada wisatawan dan warga di Bali (Threads/@ynnn***)

GENMILENIAL.ID – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali memunculkan fenomena penjualan bensin eceran dengan harga tinggi.

Dalam unggahan di media sosial, seorang pengguna Threads menyoroti dugaan pengemudi ojek online (ojol) yang menawarkan bensin kepada wisatawan asing dan warga sekitar dengan harga Rp100 ribu hingga Rp200 ribu untuk 1,5 liter.

Unggahan yang dibagikan akun @ynn**** pada 13 Oktober 2026 itu menarik perhatian karena harga yang disebutkan jauh di atas harga BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Baca Juga: Investor asing jual saham Rp84,99 triliun, apa yang membuat mereka ragu?

Fenomena tersebut muncul ketika masyarakat di sejumlah wilayah Bali masih mengeluhkan antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar.

Kondisi ini membuat persoalan distribusi BBM kembali menjadi perhatian.

Bensin eceran 1,5 liter ditawarkan hingga Rp200 ribu

Melalui akun Threads-nya, @ynn**** mempertanyakan praktik penjualan bensin eceran yang disebut melibatkan pengemudi ojol.

Dalam unggahan tersebut, pengemudi itu dikabarkan tidak hanya menawarkan jasa transportasi, tetapi juga menjual bensin dengan harga tinggi.

Baca Juga: Mobil terparkir bisa terbakar, waspadai 10 penyebab berikut

“Apa pendapat kalian? Ojol tidak lagi menawarkan tumpangan, tapi menawarkan petrol yang dibanderol dengan harga tinggi. Bayangin aja, 1,5 L dijual 100–200 ribu,” tulis akun tersebut.

Dalam unggahan itu, bensin disebut dikemas menggunakan botol air minum dengan volume sekitar 1,5 liter. Harga yang ditawarkan berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.

Jika informasi tersebut sesuai dengan transaksi yang terjadi, harga itu menunjukkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan pembeli untuk memperoleh BBM di luar SPBU.

Meski demikian, lokasi pasti kejadian, identitas penjual, dan transaksi yang dimaksud belum dapat dipastikan hanya berdasarkan unggahan media sosial tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini