GENMILENIAL.ID – Relawan pelaku wisata Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, mendesak pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan tersebut.
Melalui surat terbuka yang disampaikan lewat media sosial, mereka meminta bantuan pemadaman dari udara menggunakan water bombing serta tambahan dukungan logistik.
Desakan itu disampaikan setelah para relawan mengaku kewalahan menghadapi kebakaran yang terus mengancam kawasan taman nasional.
Video berisi surat terbuka tersebut menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian publik.
Baca Juga: Wajib halal mulai 18 Oktober 2026, UMK perlu cek produk yang belum bersertifikat
Dalam keterangan unggahan akun Instagram @moncos_thepuntal_puntal yang dikutip pada Senin 12 Oktober 2026, para relawan menggambarkan upaya pemadaman yang telah mereka lakukan selama berhari-hari.
“Berhari-hari melawan api, kini kami minta pertolongan. Berhari-hari tim di lapangan berjibaku melawan kobaran api di Taman Nasional Tanjung Puting,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Mereka menyebut berbagai upaya telah dikerahkan untuk mengatasi kebakaran. Namun, api masih menjadi ancaman, sementara kemampuan tim di lapangan semakin terbatas.
“Tenaga, waktu, dan segala kemampuan telah dikerahkan. Bantuan telah datang, berbagai upaya telah dilakukan. Namun, api masih menjadi ancaman, sementara kemampuan kami semakin terbatas,” imbuh keterangan itu.
Baca Juga: Subang Mega Mall dan Trade Center masuk babak baru, Kang Rey tekankan legalitas dan nasib pedagang
Video tersebut telah ditonton lebih dari 4,3 juta kali. Besarnya jumlah penayangan membuat permintaan bantuan para relawan mendapat perhatian luas di media sosial.
Relawan minta water bombing untuk padamkan api
Dalam video surat terbuka itu, relawan secara khusus meminta bantuan pemadaman melalui udara untuk menangani kebakaran di zona inti Taman Nasional Tanjung Puting.
Mereka menyebut luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai 54 ribu hektare dan masih berpotensi bertambah.