• Selasa, 13 Oktober 2026

Sebut 54 hektare terbakar, relawan TNTP desak pemerintah tangani karhutla dalam skala besar: Sebelum semuanya terlambat

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:58 WIB
Relawan meminta bantuan water bombing untuk penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah (Instagram/moncos_thepuntal_puntal)
Relawan meminta bantuan water bombing untuk penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah (Instagram/moncos_thepuntal_puntal)

Kondisi tersebut menjadi alasan relawan meminta penanganan yang lebih besar dari pemerintah.

Baca Juga: Korupsi tanah negara untuk proyek VinFast, mantan kades Cibogo divonis 3 tahun penjara

“Jadi, yang terbakar itu kurang lebih 54 ribu hektare dan akan terus bertambah, jadi kita mohon bantuannya untuk menyalurkan water bombing,” ujar seorang relawan dalam video tersebut.

Permintaan water bombing menjadi salah satu poin utama dalam surat terbuka tersebut.

Selain bantuan pemadaman dari udara, relawan juga mendesak pemerintah menambah dukungan logistik untuk membantu tim yang bekerja di lapangan.

Mereka berharap penanganan kebakaran tidak hanya mengandalkan kemampuan relawan dan dukungan yang sudah tersedia, tetapi diperkuat dengan langkah yang lebih besar sesuai kebutuhan di lokasi kebakaran.

Baca Juga: Modus penipuan buka SPPG baru: Oknum mengaku petugas BGN, meyakinkan bawa surat dinas untuk minta bayaran

“Kami sudah berjuang berhari-hari, kini kami membutuhkan tindakan nyata sebelum semuanya terlambat,” sambungnya.

Pantauan drone perlihatkan kawasan dipenuhi asap

Kondisi kebakaran Taman Nasional Tanjung Puting juga terlihat dalam video lain yang beredar di media sosial.

Rekaman melalui pantauan drone memperlihatkan kawasan yang dipenuhi asap tebal, dengan api terlihat membakar sejumlah bagian lahan.

Dalam unggahan akun Threads @aminatun.syh, kondisi kawasan tersebut disebut sebagai situasi pada Sabtu 10 Oktober 2026.

Baca Juga: Kemarau masih mendominasi, BMKG ungkap potensi hujan pada 9–15 Oktober 2026

Unggahan itu turut menyampaikan harapan agar pemerintah pusat segera memberikan bantuan karena para relawan dinilai telah kewalahan menghadapi kebakaran.

“Keadaan Taman Nasional Tanjung Puting per hari ini, Sabtu, 10 Oktober 2026. Para relawan sudah kewalahan, berharap segera dapat bantuan dari pemerintah pusat,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X