Mahasiswa meminta pengelolaan program diperhatikan secara menyeluruh agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Baca Juga: Kasus bullying Telkom University, dua mahasiswa dijatuhi sanksi dan korban didampingi
Bagi Aliansi BEM Subang, program yang menyangkut kebutuhan masyarakat perlu diiringi pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaannya.
Karena itu, tuntutan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemerintah daerah memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan pendidikan.
Infrastruktur sekolah di Legonkulon dan Blanakan disorot
Selain program MBG, Aliansi BEM Subang menyoroti kondisi fasilitas dan infrastruktur pendidikan di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Legonkulon dan Blanakan.
Baca Juga: Bareskrim gerebek 9 lokasi rawan narkoba di Sumut, 36 orang diamankan
Mahasiswa mendorong pemerintah daerah memprioritaskan revitalisasi dan pembangunan sekolah. Perbaikan tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan dasar kegiatan belajar-mengajar secara layak.
Infrastruktur sekolah menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani melalui kebijakan dan langkah konkret pemerintah daerah.
Aliansi BEM Subang meminta kebutuhan fasilitas pendidikan tidak luput dari perhatian dalam penyusunan prioritas pembangunan.
Desakan ini memperluas fokus tuntutan mahasiswa, bukan hanya pada evaluasi program MBG, tetapi juga pada kondisi sarana pendidikan yang digunakan siswa untuk belajar.
Baca Juga: BMKG peringatkan gelombang tinggi hingga 4 meter, ini wilayah yang perlu diwaspadai
Beasiswa daerah dan program satu desa satu sarjana
Pada aspek akses pendidikan, Aliansi BEM Subang mendorong lahirnya kebijakan beasiswa daerah untuk membantu mahasiswa yang menghadapi kendala biaya.
Mahasiswa juga menyoroti realisasi program Satu Desa Satu Sarjana sebagai salah satu upaya memperluas kesempatan melanjutkan pendidikan.