news

Kronologi kematian siswa SD Pemalang, diduga jadi korban perundungan hingga sempat dirawat di rumah sakit 8 hari

Rabu, 7 Oktober 2026 | 02:21 WIB
Barang bukti yang diungkap Polisi dalam kasus dugaan perundungan pada siswa SD di Pemalang, Jawa Tengah (Instagram/polrespemalang)

GENMILENIAL.ID – Kronologi kematian siswa SD di Pemalang, Jawa Tengah, yang diduga menjadi korban perundungan atau bullying masih didalami polisi.

Siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem berinisial MHAQ (7 tahun) meninggal dunia pada Rabu, 30 September 2026 setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Satreskrim Polres Pemalang kini mendalami keterangan dua siswa kelas 5 dan satu siswa kelas 6 yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi yang mengaku melihat dugaan perundungan di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Buntut kasus dugaan perundungan siswa SD Pemalang hingga meninggal: 8 Saksi diperiksa polisi, termasuk kepsek

Siswa sempat dirawat delapan hari

Berdasarkan keterangan polisi, korban sebelumnya dirujuk ke RSUD dr. M. Ashari Pemalang pada Kamis, 17 September 2026.

Korban menjalani perawatan intensif selama delapan hari. Saat itu, MHAQ disebut mengalami sakit perut parah disertai muntah-muntah.

Setelah kondisinya dinilai membaik, korban kemudian diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Namun, kondisi korban kembali memburuk pada Rabu, 30 September 2026. Sekitar pukul 16.00 WIB, korban tiba-tiba tidak sadarkan diri.

Baca Juga: Bercermin dari pergantian Kapolri, Selamat Ginting prediksi Panglima TNI diganti

Satu jam kemudian, tepat sekitar pukul 17.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.

Polisi dalami dugaan perundungan

Seiring proses penyelidikan, muncul dugaan bahwa korban mengalami perundungan yang dilakukan oleh kakak kelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini