GENMILENIAL.ID – Gempa bumi mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga menyebabkan 20 rumah warga mengalami kerusakan.
Satu orang juga dilaporkan mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat guncangan terjadi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan perkembangan penanganan dan pendataan dampak gempa tersebut.
Baca Juga: Gempa hari ini: Sumba M6,1 dan Aceh M5,9, keduanya tak berpotensi tsunami
“Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, di Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat 20 unit rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan 1 unit rusak sedang," ujar Berton dalam keterangannya, Minggu 4 Oktober 2026.
"Kerusakan rumah tersebut tersebar antara lain di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit,” sambungnya.
Fasilitas ibadah dan bangunan pendidikan ikut rusak
Dampak gempa tidak hanya terjadi pada rumah warga. Sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan di wilayah Sumba Barat Daya.
Baca Juga: Mobil bekas tahun 2020 ke atas tak selalu mahal, ada yang di bawah Rp100 juta
Tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan, yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula.
Selain itu, gempa berdampak pada SDK Manu Toghi serta Balai KB Desa Wallandimu.
Sementara itu, di Kabupaten Sumba Barat, tiga unit rumah atau asrama Koramil mengalami kerusakan ringan.
Dua bangunan KDKMP juga mengalami kerusakan berupa plafon jebol dan retak pada tembok.
Baca Juga: Cari mobil keluarga Rp100 jutaan? Ini pilihan MPV bekas dari tahun 2016 hingga 2022