news

Tim penyelam BSG ini ungkap alasan penggunaan palu untuk pecah kaca kapal Virgo Transport 8

Jumat, 25 September 2026 | 18:44 WIB
Proses evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 oleh penyelam dari BSG (Instagram/egaprasutiaa)

GENMILENIAL.ID – Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) menggunakan palu untuk memecahkan kaca kapal Virgo Transport 8 dalam upaya mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam bangkai kapal di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Upaya evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 masih dilakukan hingga pencarian hari ke-12.

Basarnas menerjunkan tim khusus, termasuk para penyelam BSG, untuk mencari dan mengevakuasi korban yang berada di dalam kapal yang tenggelam.

Proses evakuasi di bawah laut tersebut beberapa kali dibagikan melalui media sosial Basarnas.

Baca Juga: Ramai unggahan situasi Kalimantan yang masih dikepung kabut asap dan ‘aktivitas normal’, ada apa?

Dalam prosesnya, para penyelam terlihat memecahkan bagian kaca kapal menggunakan palu agar korban yang berada di dalam ruangan dapat ditarik keluar.

Mengapa kaca kapal Virgo Transport 8 tidak ditembak?

Penggunaan palu untuk memecahkan kaca kapal Virgo Transport 8 kemudian mendapat pertanyaan dari warganet.

Salah satu warganet mempertanyakan alasan petugas tidak menggunakan senjata api untuk memecahkan kaca.

“Ribet, bawa pistol tinggal dor dor pecah tuh semua,” tulis salah satu warganet dengan akun @alg******y.

Baca Juga: Respons Menteri Imipas soal dugaan napi yang sembunyi saat sidak kamar mewah di Lapas Cibinong

Salah satu anggota tim penyelam, Ega Prasutia, kemudian menjelaskan bahwa senjata api tidak bisa digunakan untuk memecahkan kaca kapal dalam kondisi di bawah air.

“Pada kedalaman 30 meter, tekanan hidrostatis air laut mencapai 4 atm. Di udara umumnya peluru pistol melesat ratusan meter, tapi di kedalaman 30 meter, umumnya peluru hanya bisa melesat 30 sampai 50 centimeter,” ujar Pras dalam video yang diunggah di Instagram @egaprasutiaa, dikutip pada Jumat, 25 September 2026.

Menurut Pras, penggunaan pistol di dalam air juga memiliki risiko bagi penyelam. Senjata tersebut berpotensi mengalami kerusakan dan bahkan dapat membahayakan petugas yang menggunakannya.

Halaman:

Tags

Terkini