Klarifikasi tersebut disampaikan setelah video sebelumnya beredar luas di media sosial dan memunculkan dugaan bahwa ucapan GP berkaitan dengan kondisi siswa korban kasus MBG di Karo.
Video awalnya hanya dibagikan di status WhatsApp
GP juga menjelaskan bagaimana video yang awalnya hanya diunggah melalui Status WhatsApp tersebut akhirnya tersebar lebih luas.
Menurutnya, ia telah mengecualikan banyak orang dari daftar yang dapat melihat status tersebut. Namun, video itu kemudian disebut disebarluaskan oleh salah satu orang yang masih dapat melihat unggahannya.
“Diunggah di Status WhatsApp aja sebenarnya dan sudah saya exclude dari banyak orang, ternyata dari close friend itu ada yang menyebarluaskan, di-upload di story dia sehingga penonton dari orang tersebut bisa menyebarluaskan kemana-mana hingga terjadi kegaduhan di sosial media,” terangnya.
GP kembali menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat video tersebut.
“Mohon maaf sekali lagi, terima kasih,” tukasnya.
Baca Juga: Viral kasus aniaya balita 2 tahun oleh pengasuhnya di Palembang, kini pelaku dibekuk polisi
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) regional DIY telah menindaklanjuti persoalan tersebut dengan memberikan teguran kepada pihak terkait, termasuk SPPG tempat GP bekerja.
Klarifikasi GP tersebut menjadi penjelasan atas konteks video yang sebelumnya ramai dikaitkan dengan kasus siswa korban keracunan MBG di Karo.
Ia menegaskan ucapan mengenai '70 persen ingatan hilang' tidak ditujukan kepada korban maupun untuk menyindir program pemerintah.***