news

Pegawai SPPG sebut ‘70 persen ingatan hilang’ di video bukan untuk menyindir kasus MBG Karo: Harus dilihat secara universal

Senin, 21 September 2026 | 00:26 WIB
Klarifikasi pegawai SPPG Bantul soal unggahan dugaan ejek korban keracunan MBG Karo (Threads/zumaahmad9)

GENMILENIAL.ID – Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GP, memberikan klarifikasi terkait video yang sebelumnya viral dan diduga menyindir siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara.

GP yang merupakan bagian pengawas keuangan di SPPG wilayah Dlingo, Bantul, sebelumnya membuat video saat menyantap menu chicken katsu.

Dalam video tersebut, ia menyebut makanan itu merupakan menu yang dimasak sehari sebelumnya.

Baca Juga: Curhatan warga Barito Utara Kalteng, langit menguning dampak kabut asap karhutla: Ini bukan filter foto

Video tersebut kemudian menjadi perhatian karena GP mengucapkan kalimat mengenai kehilangan ingatan hingga 70 persen. Ucapan tersebut dikaitkan dengan kasus siswa korban keracunan MBG di Karo.

Melalui video klarifikasi, GP membantah bahwa pernyataannya ditujukan untuk menyindir korban maupun program pemerintah.

GP jelaskan kronologi video yang viral

GP mengatakan video tersebut dibuat pada Jumat, 18 September 2026 dan awalnya diunggah melalui Status WhatsApp.

Ia menyebut video itu dibuat ketika dirinya sedang menyantap chicken katsu yang merupakan makanan dari hari sebelumnya.

Baca Juga: Soal videonya yang viral saat rapat DPR, Moreno Soeprapto: Tidak bermaksud melecehkan persidangan dewan

“Di hari Jumat kemarin, saya bikin story makan katsu, di mana katsu itu masakan dari hari sebelumnya,” ujar GP, dikutip dari video yang diunggah akun Threads @zumaahmad9 pada Minggu, 20 September 2026.

Menurut GP, dirinya hanya ingin bersenang-senang sambil menunjukkan makanan yang masih terasa enak meskipun telah dimasak sehari sebelumnya.

“Saya cuma have fun aja makan katsu masakan kemarin dan itu masih enak. Dan saya bilang juga kehilangan ingatan saya tujuh puluh persen,” imbuhnya.

Ucapan tersebut kemudian menjadi bagian yang ramai diperbincangkan setelah video menyebar di media sosial dan dikaitkan dengan kasus siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG di Karo.

Halaman:

Tags

Terkini