“Kita harus bisa membedakan antara memberikan klarifikasi, memberikan pendapat dan memberikan penilaian terhadap suatu kejadian. Jangan sampai karena ingin memberikan komentar, justru muncul pernyataan yang tidak sensitif dan kemudian memperbesar persoalan,” lanjut Gagat.
Ia menegaskan, ketika masyarakat menjadi pihak yang diduga terdampak suatu kejadian, respons awal semestinya mengedepankan empati.
“Ketika ada saudara kita, penerima manfaat, atau masyarakat yang diduga terdampak suatu kejadian, respons pertama kita seharusnya adalah empati, bukan menghakimi,” imbuhnya.
Baca Juga: Kolam rendam D’Castello makin ramai, anak-anak jadi pengunjung yang paling antusias
Sementara itu, video tersebut juga mendapat perhatian dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang meninggalkan emotikon marah pada unggahan tersebut.
Sejumlah warganet turut meminta agar identitas pegawai dalam video ditelusuri.
Dengan adanya teguran tersebut, BGN DIY menegaskan bahwa persoalan yang berkaitan dengan penerima manfaat MBG perlu ditangani secara hati-hati, termasuk dalam penyampaian komentar di ruang publik dan media sosial.***