“Kita harus bisa membedakan antara memberikan klarifikasi, memberikan pendapat dan memberikan penilaian terhadap suatu kejadian. Jangan sampai karena ingin memberikan komentar, justru muncul pernyataan yang tidak sensitif dan kemudian memperbesar persoalan,” lanjut Gagat.
Ia menegaskan, ketika masyarakat menjadi pihak yang diduga terdampak suatu kejadian, respons awal semestinya mengedepankan empati.
“Ketika ada saudara kita, penerima manfaat, atau masyarakat yang diduga terdampak suatu kejadian, respons pertama kita seharusnya adalah empati, bukan menghakimi,” imbuhnya.
Baca Juga: Kolam rendam D’Castello makin ramai, anak-anak jadi pengunjung yang paling antusias
Sementara itu, video tersebut juga mendapat perhatian dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang meninggalkan emotikon marah pada unggahan tersebut.
Sejumlah warganet turut meminta agar identitas pegawai dalam video ditelusuri.
Dengan adanya teguran tersebut, BGN DIY menegaskan bahwa persoalan yang berkaitan dengan penerima manfaat MBG perlu ditangani secara hati-hati, termasuk dalam penyampaian komentar di ruang publik dan media sosial.***
Artikel Terkait
Pengakuan orang tua di Pati, anaknya alami mual-muntah hingga mimisan usai diduga keracunan MBG
Usai viral keracunan massal imbas dugaan MBG basi di Pati, 59 siswa kini jalani rawat inap pada 4 RS
Kecilkan dapur MBG, perluas kesempatan usaha untuk rakyat
Kepala BPOM sebut MBG lebih dari 4 jam masuk kategori basi: Kualitas makanan menurun
Dokter RSCM pastikan siswi Karo yang diduga keracunan MBG tak hilang ingatan: Memori jangka pendek dan panjangnya baik
Bahan baku MBG yang busuk diduga jadi penyebab kasus keracunan di daerah, berujung ribuan SPPG disetop
Kondisi siswi Karo yang diduga korban keracunan MBG kini membaik, sempat dijenguk Wapres Gibran