news

Usai erupsi Anak Krakatau mereda, muncul fenomena 'telur ceplok' yang dipotret dari atas kawah

Sabtu, 19 September 2026 | 22:36 WIB
Menyoroti fenomena mirip telur ceplok dari atas kawah Gunung Anak Krakatau yang sempat mengalami erupsi besar pada awal September 2026 (Instagram.com/@wxchasing)

Suwarno mengatakan kegempaan masih terjadi di kawasan Gunung Anak Krakatau. Bahkan, tremor menerus atau microtremor masih terekam.

“Kalau kegempaan masih terjadi, tercatat tadi malam tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,5-6 mm, dominan 2 mm,” ungkap Suwarno.

Baca Juga: Viral cerita penumpang Air Asia, nyaris jadi korban pencurian di pesawat: Tas diambil dari kabin, dibuka tanpa izin

Berdasarkan kondisi tersebut, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat juga diminta tetap memperhatikan informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak mendekati kawasan gunung api tersebut dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Imbauan tersebut disampaikan karena kondisi Gunung Anak Krakatau yang terlihat lebih tenang setelah erupsi tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh aktivitas vulkaniknya telah berakhir.

“Kami mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak menjadikan kondisi gunung yang terlihat tenang sebagai tanda bahwa seluruh aktivitas vulkanik telah berakhir,” tandas Suwarno.

Baca Juga: Data 94 warga NTT meninggal dunia di pengungsian jadi sorotan, BNPB sebut pelayanan medis maksimal hingga masalah penyakit bawaan

Fenomena 'telur ceplok' di kawah Gunung Anak Krakatau pun menjadi gambaran lain dari kondisi gunung api tersebut setelah erupsi.

Di balik tampilannya yang menarik perhatian, genangan tersebut menurut penjelasan Kepala Pos Pantau merupakan air yang terkontaminasi gas belerang serta material pada lapisan dinding kawah.***

 

 

Halaman:

Tags

Terkini