GENMILENIAL.ID — Antrean panjang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar, Sulawesi Selatan, membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Keluhan mengenai antrean tersebut ramai dibagikan warga melalui media sosial.
Salah satunya pengalaman pemilik akun Threads @ilmanbrhmn yang membagikan cerita saat mengantre di SPBU Pertamina 74.902.03 di Jalan Sultan Alauddin, Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit
Pengunggah mengaku sudah datang dan mulai mengantre sejak pukul 04.00 Wita. Saat itu, posisi kendaraannya masih sekitar 350 meter dari lokasi SPBU.
“Tadi pagi, jam 4 subuh, ikut antre bensin di SPBU Alauddin. Posisi awal sekitar 350 meter dari SPBU, dalam hati, ‘Ah, masih oke lah,’” tulis pemilik akun dalam unggahannya yang dibagikan pada Sabtu, 12 September 2026.
Menurutnya, antrean kendaraan ketika itu masih bergerak. Setiap beberapa menit, kendaraan yang berada di depannya maju beberapa meter sehingga ia memperkirakan proses pengisian BBM tidak akan berlangsung terlalu lama.
“Antreannya juga masih cukup mengalir. Rata-rata setiap 5 menit, mobil maju lagi beberapa meter. Jadi kupikir, paling 2–3 jam selesai. Apalagi sambil nonton podcast, tdak terasa,” lanjutnya.
Baca Juga: Di balik turunnya rating Bank BJB, NPL naik dan pencadangan melemah
Sempat mengira giliran segera tiba
Waktu terus berjalan. Pada pukul 06.14 Wita, pengunggah mengaku sempat merasa lega karena jumlah kendaraan yang mengantre semakin berkurang.
Namun, situasi berubah ketika antrean sudah mendekati area SPBU. Saat kendaraannya hanya menyisakan sekitar tujuh mobil di depan, muncul kabar bahwa persediaan bensin di SPBU tersebut habis.
“Dan di situlah plot twist-nya dimulai. Karena sudah terlanjur masuk SPBU, mau mundur tidak bisa, mau putar balik juga tidak mungkin. Apalagi indikator bar sudah mentok. Jadi pilihannya cuma satu: bertahan sampai bensin datang,” sambungnya.
Kondisi tersebut membuat pengendara yang sudah berada di dalam antrean tidak memiliki banyak pilihan selain tetap menunggu persediaan BBM kembali tersedia.