GENMILENIAL.ID – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji 3 kilogram (kg) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) memicu keresahan masyarakat.
Kondisi tersebut bahkan membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, termasuk dengan mengantre sejak sore hingga subuh.
Kondisi itu turut disuarakan Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) dalam aksi demonstrasi di depan Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar, Jumat 11 September 2026.
Baca Juga: Gempa magnitudo 5,9 guncang Kepulauan Seribu pagi tadi, ini analisis BMKG soal potensi tsunami
Dalam aksi tersebut, massa menyoroti persoalan distribusi BBM dan gas elpiji 3 kg yang dinilai masih menyulitkan masyarakat.
Mereka meminta Pertamina memberikan penjelasan terkait kondisi yang terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Sulsel.
Antre dari sore sampai subuh
Salah satu orator dalam aksi tersebut menggambarkan kondisi warga yang harus menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Antrean panjang disebut membuat masyarakat harus bertahan sejak sore hingga dini hari.
Baca Juga: Rp1,2 miliar digelontorkan untuk jalan Sukasari-Cisampih, Kang Rey: Bukti pembangunan berkelanjutan
Kondisi tersebut menjadi salah satu keresahan yang dibawa mahasiswa dalam aksi di depan kantor Pertamina Sulawesi.
“Kita antre dari sore sampai subuh, banyak masyarakat yang mengeluh terkait kelangkaan BBM yang terjadi di Sulsel,” ucap salah satu orator.
Kondisi tersebut kemudian dipertanyakan GAM karena BBM menjadi kebutuhan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Persoalan distribusi juga menjadi perhatian massa aksi, termasuk ketersediaan Pertalite dan Pertamax.