Direktur RS Mitra Bangsa Pati, dr Hendrianto, mengatakan sebagian besar pasien yang mendapatkan penanganan telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
Baca Juga: Terjerat kasus dugaan pencabulan anak, Wakasek SMAN 1 Pamanukan terancam 12 tahun penjara
Meski demikian, masih terdapat 14 siswa yang harus menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Baru ada tambahan lagi 2 orang anak. Sehingga total yang diberikan pelayanan di RS Mitra Bangsa ada 45 siswa," terang Herdianto dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.
Dari total tersebut, sebanyak 31 pasien menjalani rawat jalan dan telah diperbolehkan pulang. Sementara 14 pasien lainnya masih menjalani rawat inap.
"Sebanyak 31 pasien rawat jalan sudah dipulangkan, dan tersisa 14 orang yang masih menjalani rawat inap," imbuhnya.
Baca Juga: 56 Tahun di Indonesia, SHARP perkuat hubungan pelanggan lewat kampanye Every Customer Matters
Pasien baru masih berdatangan
Hendrianto menjelaskan, sejumlah siswa masih datang ke rumah sakit pada Kamis, 10 September 2026. Kondisi tersebut terjadi karena gejala yang mereka alami baru mulai muncul pada pagi hari.
Dengan masih adanya kemungkinan siswa lain mengalami gejala, pihak RS Mitra Bangsa memastikan kesiapan untuk memberikan pelayanan apabila terdapat pasien tambahan.
Penanganan terhadap para siswa terus dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Sementara itu, jumlah siswa yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut menjadi bagian dari keseluruhan siswa terdampak di tiga sekolah wilayah Gembong.
Baca Juga: Viral helikopter raksasa milik Jepang diterjunkan ke Kalbar, diklaim untuk bantu padamkan karhutla
Sampel MBG diperiksa di laboratorium
Di tengah penanganan terhadap para siswa, penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut hingga kini masih dalam proses penyelidikan.