Pengerahan berbagai unsur dilakukan untuk menangani kobaran api sekaligus melakukan penyiraman dan pendinginan terhadap area yang telah terdampak.
Baca Juga: Siapa Abdul Hakim Ritonga? Lulusan FH UI yang memulai karier panjang di Kejaksaan pada 1980 silam
Helikopter TNI AU dikerahkan untuk water bombing
Penanganan kebakaran TPA Galuga dilakukan melalui dua jalur, yakni darat dan udara.
Di jalur darat, petugas menyiagakan dua set perangkat pemadam utama, generator set, serta empat unit mobil tangki cadangan air.
Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung proses pemadaman dan penyiraman di lokasi kebakaran.
Sementara itu, penanganan dari jalur udara diperkuat dengan operasi water bombing.
Helikopter dari TNI AU Atang Sendjaja dikerahkan untuk membantu menjatuhkan air ke area yang terdampak kebakaran.
Baca Juga: Bupati Subang tegaskan perubahan APBD 2026 bukan sekadar kejar serapan, PAD jadi sorotan
Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan pemadaman dan pendinginan yang berlangsung di darat.
Tim gabungan masih melakukan penanganan hingga Selasa, 8 September 2026 menjelang pergantian hari.
Berton menyebut, hingga pukul 23.58 WIB, petugas di lapangan masih berjibaku melakukan penyiraman dan pendinginan lahan.
"Hal ini krusial dilakukan untuk mematikan titik-titik api yang tersisa di area TPA," terang Berton.
Baca Juga: DPRD Subang soroti aset daerah belum optimal, Pasar Pamanukan hingga tanah PTC jadi perhatian
Proses pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran karena masih terdapat titik-titik api yang perlu dipastikan padam di area TPA.