news

Kronologi 5 jurnalis hilang kontak di Perairan Selat Sunda, bermula saat berangkat naik speedboat

Rabu, 9 September 2026 | 19:12 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal insiden hilangnya 5 jurnalis di Perairan Selat Sunda saat liputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (Instagram.com/@kualimerahputih)

Lima jurnalis itu berangkat untuk menjalankan tugas jurnalistik terkait aktivitas gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda tersebut.

Baca Juga: Saat Upin dan Ipin ikut bersuara soal dampak asap karhutla yang merebak dari Kalimantan-Sumatera

Kontak terakhir pada pukul 14.42 WIB

Perjalanan rombongan tersebut tidak berlangsung lama hingga akhirnya komunikasi dilaporkan terputus.

Berdasarkan laporan di lapangan, kontak terakhir salah satu wartawan yang berada dalam rombongan terjadi pada Senin, 7 September 2026 pukul 14.42 WIB.

Sekitar 22 menit setelah kontak terakhir tersebut, komunikasi seluruh awak yang berada di dalam speedboat dilaporkan hilang.

Dengan demikian, keberadaan speedboat Arupadhatu 1 bersama delapan orang di dalamnya tidak lagi dapat diketahui.

Baca Juga: Kasus keracunan MBG terus berulang, Mahfud MD desak BGN tegas proses pidana SPPG biang masalah

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan Tim SAR gabungan.

Unsur kepolisian dan Basarnas dilibatkan dalam upaya pencarian untuk mengetahui posisi terakhir kapal sekaligus menemukan keberadaan seluruh rombongan.

Tim Rescue USS Pandeglang juga mengumpulkan informasi terkait lokasi terakhir speedboat tersebut sebelum hilang kontak.

Lima jurnalis dan tiga kru kapal

Berdasarkan laporan polisi, lima jurnalis yang berada dalam speedboat tersebut yakni Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Baca Juga: Pencarian hari kedua 5 jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, tim SAR perluas area penyisiran

Selain lima jurnalis, terdapat tiga kru kapal dalam perjalanan tersebut. Mereka yakni Warta, 55 tahun, selaku nahkoda, Surakhman, 60 tahun, sebagai anak buah kapal atau ABK, serta Heriyanto, 49 tahun, yang bertugas sebagai pemandu atau guide.

Halaman:

Tags

Terkini