Abu vulkanik menyebar hingga 50 ribu kaki
BMKG mengidentifikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergerak pada ketinggian yang berbeda.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, pembaruan Significant Meteorological Information atau SIGMET menunjukkan abu vulkanik bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur dan mencapai 50.000 kaki ke arah barat.
“Pembaruan Significant Meteorological Information atau SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat,” ujar Andri dalam keterangannya kepada awak media pada Minggu, 6 September 2026.
Baca Juga: Anggota DPR Harris Turino dorong RUU Perampasan Aset juga sasar kejahatan perbankan lainnya
Andri menjelaskan, abu vulkanik pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan.
Sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.
Sementara itu, abu vulkanik pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.
Wilayah yang masuk dalam sebaran tersebut meliputi Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia.
Baca Juga: Ki Maher lihat keraton sebagai pertahanan budaya dan penggerak ekonomi kerakyatan
BPBD Lampung bagikan 9 langkah antisipasi
Menghadapi aktivitas erupsi dan sebaran abu vulkanik, BPBD Provinsi Lampung menyampaikan sembilan langkah yang perlu diperhatikan masyarakat untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Pertama, masyarakat diminta tidak keluar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Kedua, masyarakat diminta menjauhi area dalam radius minimal 5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau sesuai arahan keselamatan dan ketentuan yang ditetapkan otoritas terkait.