Ketiga, masyarakat diminta menggunakan masker atau kain basah apabila harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
Keempat, jendela, pintu, dan ventilasi rumah diminta ditutup untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam ruangan.
Kelima, apabila abu vulkanik menempel pada permukaan, masyarakat dianjurkan membersihkannya menggunakan air dan menghindari penyapuan secara kering.
Keenam, masyarakat diminta menjaga kondisi kesehatan serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan maupun iritasi.
Baca Juga: 3 Kecamatan Tanggamus diguyur hujan abu vulkanik Anak Krakatau, BPBD imbau warga waspada
Ketujuh, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama terjadi sebaran abu vulkanik.
Kedelapan, masyarakat dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, perlengkapan kebutuhan dasar, serta obat-obatan yang diperlukan.
Kesembilan, masyarakat diminta aktif memantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan BPBD, termasuk perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta informasi kegempaan secara realtime.***
Artikel Terkait
Hidup di bawah ancaman erupsi Semeru, warga Lumajang curhat ketakutan hingga usul gunung dipindahkan
Erupsi Gunung Dukono telan korban, 3 pendaki meninggal dan 3 lainnya masih hilang
Pemandu wisata ungkap kronologi erupsi Gunung Dukono, sempat curiga ada sumbatan kawah
Gunung Anak Krakatau dilaporkan alami erupsi, warga cemaskan adanya dentuman berulang
Warga Bandung riuh mencari sumber dentuman misterius, ada hubungannya dengan erupsi Anak Krakatau?
3 Kecamatan Tanggamus diguyur hujan abu vulkanik Anak Krakatau, BPBD imbau warga waspada
Kesaksian pemancing saat Gunung Anak Krakatau erupsi, semburan lava pijar yang menyala terekam kamera