Menurut Samuel, Itam sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya setelah beraktivitas dalam penanganan kebakaran.
Ia kemudian mendapatkan perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal beberapa hari kemudian.
"Beliau mengeluh sakit dan sempat diopname di rumah sakit untuk berobat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia beberapa hari kemudian," ujar Samuel dalam keterangannya pada Jumat, 4 September 2026.
Samuel mengatakan Itam mengalami gejala sesak napas. Selain itu, usia almarhum juga menjadi salah satu kondisi yang diperhatikan dalam melihat keadaan kesehatannya setelah menjalankan aktivitas pemadaman.
"Memang beliau kondisi kesehatannya ada gejala sesak napas dan usianya sudah tua. Diperkirakan ada faktor kecapekan atau lelah usai pemadaman," terangnya.
Baca Juga: Dandim 0605 Subang berganti, Kang Rey dorong sinergi TNI dan Pemkab makin kuat
Dengan demikian, faktor kelelahan masih disebut sebagai perkiraan berdasarkan kondisi yang dialami Itam setelah menjalankan aktivitas pemadaman.
Akhmad Rijani meninggal setelah dirawat
Kabar duka berikutnya datang dari tim penanganan karhutla di Kota Palangka Raya.
Akhmad Rijani, 54 tahun, yang menjabat sebagai Ketua Tim Serbu Api Kelurahan atau TSAK Palangka Raya, meninggal dunia pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Sebelum meninggal, Akhmad juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisinya disebut mengalami penurunan setelah menjalankan tugas menangani karhutla.
Baca Juga: BYD resmi beroperasi di Subang, investasi besar didorong bangun ekosistem kendaraan listrik
Akhmad sebelumnya bertugas dalam penanganan karhutla di Jalan Rungan Ujung, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ketua Emergency Respons Palangka Raya, Jean Steve, menyebut terdapat dugaan bahwa kelelahan setelah bertugas menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kondisi Akhmad.