Baca Juga: Dandim 0605 Subang berganti, Kang Rey dorong sinergi TNI dan Pemkab makin kuat
Setelah berhasil dievakuasi, tim memberikan penanganan awal sebelum membawanya ke fasilitas rehabilitasi satwa milik YIARI.
Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, mengatakan pertolongan pertama yang diberikan berupa terapi oksigen dan pemberian cairan melalui intravena.
Setelah penanganan awal dilakukan, Sempurna kemudian dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.
Kondisi sempurna terus menurun
Setibanya di pusat rehabilitasi, kondisi Sempurna ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Kondisinya terus mengalami penurunan meskipun telah mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: BYD resmi beroperasi di Subang, investasi besar didorong bangun ekosistem kendaraan listrik
"Namun, kondisi Sempurna terus menurun," kata Murlan dalam keterangan resminya pada Jumat, 4 September 2026.
Sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi pernapasan Sempurna semakin memburuk. Napasnya menjadi semakin dangkal dan saturasi oksigen tidak lagi terdeteksi.
Tim medis kemudian melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation atau CPR sebagai upaya untuk menyelamatkan nyawanya.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna akhirnya dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.
Baca Juga: BUMD Subang dituntut lebih produktif, Kang Rey: Harus ada terobosan untuk pemerintah daerah
"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan," tutur Murlan.
Ia mengatakan sejak laporan mengenai kondisi Sempurna diterima, petugas langsung melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai kondisi satwa tersebut.
"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa," imbuhnya.