news

Kisah pilu anak 2 tahun dikabarkan meninggal dunia usai bertahan melawan dingin di posko pengungsian gempa NTT

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:09 WIB
Menyoroti viralnya kabar balita berusia 2 tahun yang wafat imbas terpapar kondisi dingin di posko pengungsian gempa NTT (Instagram.com/@folkative)

Jack, salah satu anggota keluarga MC, turut menceritakan kondisi yang dialami balita tersebut selama berada di pengungsian.

Menurut Jack, sebelum sakit MC dalam kondisi sehat. Namun setelah berada di lokasi pengungsian, korban mengalami demam hingga tubuhnya disebut sempat kaku dan mengalami kejang.

"Anak ini sebelumnya sehat dan sangat segar. Ia sakit karena terpapar dingin di pengungsian. Itulah yang membuat saya sangat terpukul," ungkap Jack, Minggu, 23 Agustus 2026.

Baca Juga: Dua hari Taman Nasional Way Kambas terbakar, petugas ungkap kendala akses dan sumber air

Jack juga menyoroti keterbatasan fasilitas yang tersedia di lokasi pengungsian. Ia menyebut warga masih membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi tersebut.

Ia pun meminta otoritas berwenang segera menangani kondisi para pengungsi yang masih bertahan dengan fasilitas terbatas.

"Kami mohon bantuan segera. Ini situasi yang serius. Korban meninggal baru berusia dua tahun," jelas Jack.

Menurutnya, kondisi di lokasi pengungsian menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapat perhatian, terutama karena warga masih bertahan di kawasan bukit dengan perlengkapan terbatas.

Baca Juga: Bang Japar teguhkan komitmen Jaga Jakarta, ajak warga rawat persatuan

"Ia jatuh sakit hanya karena kondisi keterbatasan di atas bukit, tanpa kelambu dan tanpa tenda. Sebagai keluarga, saya berbicara dengan duka yang mendalam atas kepergian keponakan saya ini," tandasnya.

Kabar meninggalnya MC menjadi bagian dari situasi yang dihadapi warga terdampak gempa NTT yang masih berada di pengungsian.

Berdasarkan keterangan yang tersedia, balita tersebut sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia.***

 

Halaman:

Tags

Terkini