news

Kisah pilu anak 2 tahun dikabarkan meninggal dunia usai bertahan melawan dingin di posko pengungsian gempa NTT

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:09 WIB
Menyoroti viralnya kabar balita berusia 2 tahun yang wafat imbas terpapar kondisi dingin di posko pengungsian gempa NTT (Instagram.com/@folkative)

Salah satu persoalan yang disebut dihadapi warga yakni minimnya persediaan selimut untuk menghadapi suhu dingin pada malam hari.

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI dan HUT ke-25, Demokrat Subang gelar lomba rakyat bersama warga

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh warga Desa Marapokot yang mengungsi di kawasan tersebut.

Ketika kondisi kesehatannya menurun, MC sempat dibawa keluarganya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa balita berusia dua tahun tersebut.

Sempat demam tinggi hingga dirujuk

Informasi mengenai kondisi MC turut dibenarkan Afik, seorang relawan sekaligus warga setempat.

Baca Juga: Elita Budiati kembali pimpin Golkar Subang, mesin partai hingga tingkat RT jadi fokus

Menurut Afik, MC merupakan salah satu anak yang bertahan bersama keluarganya di tengah keterbatasan fasilitas pengungsian.

Afik mengatakan kondisi kesehatan MC terus mengalami penurunan selama berada di lokasi pengungsian.

Sebelum meninggal dunia, MC sempat dibawa ke RS Aeramo untuk mendapatkan perawatan. Karena mengalami demam tinggi, korban kemudian dirujuk ke RS Bajawa.

"Anak ini jatuh sakit, sempat dirawat tapi akhirnya meninggal dunia," ungkap Afik dalam keterangannya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Baca Juga: Nestapa siswa Malaysia imbas karhutla di Kalimantan: Terdampak kabut asap, ratusan sekolah ditutup

Kabar tersebut kemudian menambah duka keluarga korban yang sebelumnya harus meninggalkan tempat tinggal mereka akibat gempa.

Keluarga soroti kondisi pengungsian

Halaman:

Tags

Terkini