Baca Juga: Tertimbun reruntuhan gempa NTT, nenek 84 tahun ditemukan selamat meski tak makan-minum selama 4 hari
Jarak pandang yang terbatas berpotensi menyulitkan pengendara melihat kendaraan maupun kondisi jalan di depannya.
Syamsir juga mengimbau masyarakat menggunakan masker untuk mengurangi dampak kabut asap.
"Warga Banjarmasin pakai masker, ini sudah bahaya," imbau Syamsir.
Pengendara pilih kurangi kecepatan
Kondisi jalan yang diselimuti kabut asap juga membuat sejumlah pengendara memilih mengurangi kecepatan kendaraan.
Herman, warga sekaligus pengguna jalan di Banjarbaru, mengaku sengaja melambatkan laju kendaraan karena jarak pandang yang terbatas.
"Ini sudah parah kabutnya, kalau laju bahaya, bisa kecelakaan," ujar Herman di lokasi, Banjarbaru, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurut Herman, kondisi kabut asap kali ini terasa lebih parah dibandingkan kondisi yang terjadi selama sekitar satu bulan terakhir.
Ia mengaku kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus ekstra waspada ketika melintas di kawasan yang tertutup asap.
Baca Juga: Kisah heroik Rudiansyah, remaja viral yang padamkan karhutla di Kalteng pakai kostum Superman!
Warga minta karhutla segera ditangani
Kabut asap yang muncul akibat karhutla tidak hanya dikhawatirkan mengganggu keselamatan pengguna jalan. Warga juga menyoroti dampaknya terhadap kesehatan.
Herman berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang menjadi sumber munculnya kabut asap.